Kamis, 22 Februari 2024

Ditreskrimsus Polda Jatim

Situs Resmi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur

Waspada, Modus Penipuan Melalui Medsos Marak di Gresik

Modus penipuan melalui media sosial (Medsos) marak terjadi di Kota Gresik. Parahnya, para pelaku mencatut nama pejabat instansi di Kabupaten Gresik untuk mengelabuhi korban.

Hal tersebut dialami langsung oleh Komisioner KPU Gresik Makmun yang tertipu setelah rekan-rekannya menanyakan tentang bisnis sampingan yang digelutinya. Yakni jual beli mobil dari lelang milik Kementerian Keuangan dengan harga miring.

Rasa penasaran itu terjawab setelah rekan-rekannya satu kantor menunjukkan bukti pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai dirinya. Pasalnya, foto profilnya digunakan saat melaksanakan kegiatan di instansinya bekerja. “Sudah ada tujuh rekan saya yang dihubungi nomor asing itu,” ujarnya, Selasa (15/3/2022).

Dalam berkomunikasi itu, oknum tak bertanggungjawab tersebut mengirimkan berbagai brosur. Didalamnya tercantum logo milik Kementerian Keuangan dan berbagai Bank milik BUMN. Tujuannya menawarkan kredit kendaraan lelang, harga yang ditawarkan pun jauh di bawah pasaran. Misalnya, mobil Toyota VRZ tahun 2021 ditawarkan Rp 310 juta. Padahal harga di pasaran berkisar Rp 500 juta. “Semoga tidak bertambah atau menjadi korban penipuan. Saya juga sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan di Kepolisian,” katanya.

Hal yang sama dialami oleh aggota DPRD Gresik Achmad Ubaidi. Modusnya pun nyaris sama. Nomor tak dikenal menghubungi rekannya. Juga menggunakan foto profil miliknya. Bedanya, akun palsu tersebut meminta pertolongan kepada rekannya dengan modus pinjam dana untuk uang muka membeli truk. “Nominalnya sekitar Rp 27 juta,” ujarnya.

Terkait penipuan ini, Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait hal tersebut. Meskipun demikian pihaknya tidak menampik bahwa hal tersebut merupakan modus baru para pelaku untuk melakukan kejahatan.

“Kami menghimbau agar berhati-hati karena pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Mengaku sebagai teman dekat ataupun pejabat yang memiliki jabatan tinggi,” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menuju Pemilu 2024

This will close in 20 seconds