Minggu, 14 April 2024

Ditreskrimsus Polda Jatim

Situs Resmi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur

Sindikat Pengoplos yang Sempat Bikin LPG Melon Langka Dibongkar Ditreskrimsus Polda Jatim

Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar sindikat pengoplosan LPG bersubsidi. Mereka memindahkan isi di tabung LPG subsidi 3 kilogram ke dalam tabung 12 kilogram non subsidi.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendy mengatakan dalam kasus ini, tujuh tersangka diringkus petugas. Ketujuh tersangka yakni berinisial P, AJH, RH, OHSH, Y, H, dan RT. Mereka ditangkap Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim Kamis (7/4/2022) lalu.

“Pelaku memindahkan isi dari tabung LPG 3 kilogram subsidi pemerintah ke tabung LPG ukuran 12 kilogram atau non subsidi. Hasilnya diedarkan ke penjual LPG di Jombang,” kata AKBP Zulham di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (19/4/2022).

Wadir Reskrimsus menambahkan, para tersangka mendapat gas dari tabung elpiji berukuran 3 kilogram ini dari beberapa pangkalan di Jawa Timur, seperti di Batu. Selanjutnya oleh para tersangka di bawa ke gudang pengoplosan tabung elpiji 12 kilogram di Jombang.

Setelah proses pemindahan gas dari tabung elpiji berukuran 3 kilogram ke tabung elpiji 12 kilogram yang masuk dalam kategori non subsidi. Kemudian mereka edarkan di wilayah Jombang.

“Mereka sudah menjalankan sekitar 3,5 bulan. Hal ini, menyebabkan terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram. Kita tahu elpiji 3 kilogram ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tandas Zulham.

Atas kejahatan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 unit mobil pikap bermuatan elpiji 3 kilogram sebanyak 141 tabung, lalu 1 unit mobil pikap dengan muatan tabung gas elpiji berukuran 12 kilogram sebanyak 60 tabung dan sebuah mobil pikap.

Para pelaku dikenakan pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) ke (1) KUHPidana, dengan cara setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah dan/atau mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menuju Pemilu 2024

This will close in 20 seconds